Bukankah Tak Boleh Menyerupai Pria, Lantas, Bolehkah Muslimah Mengenakan Celana Panjang?

Posted on

Salah satu aturan untuk para muslim demi menjaga kehormatan dan menghindari segala macam kemungkinan buruk ialah adanya perintah untuk menutup aurat, serta mengenakan pakaian yang tak berlebihan agar tak memberikan jalan kepada setan merusak iman seseorang tersebut. terlebih lagi wanita muslimah yang masih banyak mengumbar aurat hanya demi mode.

Seperti pada sebuah anjuran dimana sangat tak diperbolehkan apabila laki-laki menyerupai wanita, dan wanita yang menyerupai seorang pria. Namun, dewasa kini malah banyak yang menikmati hal tersebut dan dianggap biasa saja. Contohnya saja wanita yang menggunakan celana panjang. Oleh karena itulah, masih banyak muslimah yang bertanya-tanya mengenai masalah ini.

Memangnya boleh muslimah menggunakan celana panjang?

Sebelum kita mengupas tentang hukum menggunakannya, mari kita simak sejarah yang menjadikan celana panjang begitu tenar di antara umat manusia.

Celana panjang sudah ada sejak 570 SM melalui relief di Persepolis, Iran. Pada waktu itu celana panjang digunakan oleh kaum nomaden Iran sebagai busana berkuda. Selanjutnya celana panjang menjadi seragam kaum pemburu Iran dan Persia. Tidak berhenti disitu, celana panjang terus berkembang hingga ke tanah Mongolia dan menjadi salah satu item fashion kerajaan China.

Celana panjang di awal kemunculannya di Eropa dikenal sebagai pantalone. Nama tersebut diambil dari satu karakter komedia Italia yang berjudul Commedia dell’arte, ketika seorang badut kerap tampil menggunakan celana panjang untuk menghibur raja.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *